ASKEP RHD PDF

Askep RHD. (uh n Y n7 M h Es k 3en 6en7 n 3 hm 5,k 3uni, se35 5 u8ik 6 n hi6 2 h9N2 k mi 6 p 5 men2eles ik n ASKEP)HD;. Nov 17, Pathway Rematoid Heart Disease (RHD) – Pathway Patofisiologi. Penatalaksanaan Non-farko: tirah baring, rawat inap Farko: 1. Antibiotik Penicillin G benzathine: DOC RF Dosis dewasa: juta U IM satu kali.

Author: JoJobar Shazahn
Country: Mozambique
Language: English (Spanish)
Genre: Career
Published (Last): 19 October 2018
Pages: 59
PDF File Size: 18.76 Mb
ePub File Size: 17.2 Mb
ISBN: 519-2-58082-953-3
Downloads: 47626
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Sarn

Diaper Rash Referat Besar. Rash Peru Rash Peru: The Diaper Industry in Years Full description.

Askep Endometriosis Askep EndometriosisFull description. Askep Copd fafafeFull description. Prevalensi tertinggi terjadi antara usia 6 hingga 12 bulan. Dermatitis popok juga dapat ditemukan pada orang dewasa dengan inkontinensia urin atau feses. Dermatitis popok adalah salah satu dari kondisi kulit yang dapat ditemukan pada bayi dan anak, tercatat sekitar 1 juta pasien rawat sakep setiap tahun.

Dengan adanya popok yang memiliki daya serap tinggi dan sekali pakai dalam dekade terakhir, insidensi dari bentuk berat dari dermatitis popok ini berkurang. Etiologi Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya keadaan diaper rash yaitu maserasi air, gesekan, urin, feses, perawatan kulit yang salah, mikroorganisme, antibiotik dan diare. Maserasi askeo air Stratum korneum bertanggung jawab sebagai barrier air dari epidermis, stratum korneum berisi sel-sel yang terus menerus terkelupas rgd akan diperbarui selama hari.

Matriks ekstraseluler yang bersifat hidrofobik bertindak sebagai penghalang air, mencegah hilangnya air dari tubuh, dan masuknya air ke delam.

Sementara sel-sel hidrofilik dari stratum korneum menyediakan perlindungan mekanis dari lingkungan eksternal secara berlapis. Keadaan basah yang berlebihan memiliki beberapa efek terhadap stratum korneum. Pertama, hal ini membuat permukaan kulit lebih rapuh dan lebih sensitif terhadap gesekan. Kedua, hal ini mengganggu fungsi penghalang barrier yang memungkinkan peningkatan permeasi zat iritasi ke dalam lapisan sensitif di bawah stratum korneum, dan menyebabkan lapisan ini terpapar akan udara kering dan mikroorganisme yang berbahaya dari luar.

Gesekan Gesekan antara kulit dan popok merupakan faktor penting terjadinya diaper rash, hal ini dilihat dari frekuensi predileksi terjadinya erupsi yaitu bagian permukaan dalam paha, permukaan cembung genitalia, pantat dan pinggang. Gesekan mampu menembus startum korneum dengan adanya maserasi. Urine 2 Normalnya bayi yang baru lahir buang air lebih dari 20 kali dalam 24 jam. Frekuensi akan berkurang menjadi rata-rata tujuh kali dalam 24 jam pada usia 12 bulan. Selama bertahun-tahun amonia diyakini yang diproduksi oleh bakteri dari urea dalam urin bayi, adalah penyebab utama iritasi diaper rash namun hal ini tidak terbukti.

Feses Feses pada bayi mengandung substansial jumlah protease dan lipase pankreas yang diproduksi dalam usus oleh berbagai bakteri. Efek iritasi dari enzim tersebut dapat meningkat oleh banyak faktor, terutama pH tinggi.

Salah satu faktor yang telah terbukti mempengaruhi pH feses adalah makanan bayi, pH yang lebih tinggi ditemukan dalam susu formula bayi sapi. Enzim urease diproduksi oleh berbagai bakteri feses, dan memiliki efek meningkatkan pH bila dicampur dengan air kencing. Perawatan kulit yang salah Penggunaan sabun cair dan bedak pada area popok bayi yang mengandung bahan kimia iritan dapat memicu terjadinya dermatitis kontak iritan primer.

Antibiotik Penggunaan antibiotik spektrum luas pada bayi untuk kondisi seperti otitis media dan infeksi saluran pernafasan telah terbukti menyebabkan peningkatan insiden iritan dermatitis popok.

Diare Produksi tinja cair berhubungan dengan pemendekan zskep transit di usus, dan feses tersebut mengandung jumlah yang lebih besar dari sisa-sisa enzim pencernan.

Diaper Rash disebabkan dari kontak yang terlalu lama terhadap kelembaban dan isi dari popok yaitu, urin dan feses. Iritan utama dalam situasi ini adalah protease tinja dan lipase, yang aktivitasnya meningkat pesat dengan pH yang adkep.

  A089SW01 V.0 PDF

Permukaan kulit yang asam pH netral atau rendah sangat penting untuk pemeliharaan mikroflora normal, yang memberikan perlindungan antimikroba bawaan terhadap invasi oleh bakteri pathogen serta jamur.

Lipase feses dan aktivitas protease juga sangat meningkat 3 dengan percepatan transit gastrointestinal.

ASKEP GLIOMA Kel.3

Pemakaian popok menyebabkan peningkatan yang signifikan pada kulit yang basah dan peningkatan tingkat pH. Kelembaban yang berkepanjangan menyebabkan maserasi pelunakan dari stratum korneum, luar, lapisan pelindung kulit, yang berhubungan dengan gangguan luas lamel lipid antarsel.

Lemahnya integritas fisik membuat stratum korneum lebih rentan terhadap kerusakan oleh 1 gesekan dari permukaan popok, dan 2 iritasi local dimana pH normal kulit yaitu antara 4,5 dan 5,5. Ketika urea dari urin dan tinja bercampuran, urease dari urin akanrusak, sehingga mengurangi konsentrasi ion hidrogen peningkatan pH.

Tingkat pH tinggi meningkatkan hidrasi kulit dan membuat kulit lebih permeabel. Pada kehamilan penuh, kulit bayi merupakan barrier yang efektif terhadap penyakit dan sama dengan kulit orang dewasa berkaitan dengan permeabilitas.

Namun, kelembaban, kurangnya paparan udara, paparan asam atau iritan, dan peningkatan gesekan kulit mulai memecah barrier kulit.

Askep Diaper Rash – PDF Free Download

Prognosis pada diaper rash primer selalu memberikan asekp terhadap terapi, aksep dalam jangka waktu panjang, akan membaik ketika popok tidak lagi dipakai. Namun, pada beberapa anak-anak, erupsi pada daerah popok menandakan tanda awal kerentanan terhadap kelainan kulit kronik, khususnya psoriasis dan dermatitis atopik. Karena awal dari dermatitis atopik sering muncul bersamaan dengan diaper rash sehingga tidak bisa dibedakan, maka harus hati-hati dengan memberikan prognosis yang baik kepada orang tua dari anak yang mengalami kelainan kulit tersebut.

Patofisiologi Telah menjadi kesepakatan para ahli bahwa diaper rash adalah gambaran suatu dermatitis kontak iritan, atau dikenal dengan istilah dermatitis popok iritan primer DPIP. Penggunaan popok berhubungan dengan peningkatan yang signifikan pada hhidrasi dan ph kulit.

Embed | ASKEP RHD

Kedua faktor tersebut adalah hal penting untuk kesehatan kulit pada daerah aaskep. Urine dan feses berperan penting pada peningkatan hidrasi dan ph kulit. Pada keadaan hidrasi yang berlebihan, permeabilitas kulit akan meningkat terhadap iritan, meningkatnya koefisien gesekan sehingga mudah terjadi abrasi, dan merupakan kondisi yang cocok untuk pertumbuhan mikroorganisme sehingga mudah terjadi infeksi.

Pada ph kulit yang lebih tinggi, enzim feses yang dihasilkan oleh bakteri pada saluran cerna dapat mengiritasi kulit secara langsung dan dapat meningkatkan kepekaan kulit terhadap bahan iritan lainnya.

Superhydration urease enzyme yang terdapat pada stratum korneum melepaskan ammoniak dari bakteri kutaneus. Urease mempunyai efek iritasi yang ringan pada kulit yang tidak intak.

Lipase dan 4 protease pada feses yang bercampur dengan urin akan menghasilkan lebih banyak ammoniak dan meningkatkan ph kulit. Ammoniak bukan merupakan suatu bahan iritan yang turut berperan dalam patogenesisdiaper rash.

Pada observasi klinis menunjukkan bayi dengan diaper rash tidak tercium aroma ammoniak yang kuat. Feses bayi yang diberikan ASI mempunyai ph yang rendah dan tidak rentan terkena diaper rash. Gesekan akibat gerakan menyebabkan kulit terluka dan mudah terjadi iritasi sehingga resiko terjadinya inflamasi meningkat.

Infeksi sekunder akibat dari mikroorganisme seperti candida albicans sering timbul setelah 72 jam terjadinya diaper rash. Manifestasi Klinis Gejalanya antara lain: Iritasi pada kulit yang terkena muncul sebagai crytaema. Crupsi pada daerah kontak yang menonjol, seperti pantat, alat kemaluan, perut bawah paha atas.

Keadaan lebih parah terdapat: Kulit kemerahan dan lecet. Kulit pada lipatan kaki lecet dan berbau tajam. Awal ruam biasanya timbul di daerah kelamin, bukan di dubur.

  JAIPUR DISCOM COMMERCIAL ASSISTANT RESULT 2013 PDF

Beruntutan di daerah kelamin, pantat, dan pangkal paha. Timbul lepuh-lepuh di seluruh daerah popok. Bila penyakit telah berlangsung lebih dari 3 hari, daerah tersebut sering terkolonisasi ditumbuhi oleh jamur, terutama jenis Candida Albicans, sehingga kelainan kulit bertambah merah dan basah.

Mudah terjadinya infeksi kuman, biasanya staphylococcus aureus atau Sreptococcus beta hemolyticus sehingga kulit menjadi lebih bengkak, serta di dapatkan nanah dan keropeng. Bayi menjadi rewel karena rasa nyeri. Pemeriksaan Penunjang Keadaan diaper rash umumnya dapat didiagnosis secara klinis, pemeriksaan penunjang memiliki beberapa keterbatasan dan kekurangan dalam mendiagnosis dermatitis ini.

Namun pemeriksaan penunjang kadang kala digunakan untuk eliminasi diagnosa banding lainnya a. Hitung darah lengkap dapat membantu terutama jika ada demam atau diduga infeksi sekunder.

Jika hasil tes ditemukan anemia menandakan keadaan berkaitan dengan hepatosplenomegali dengan 5 kemungkinan diagnosis Histiositosis sel Langerhans atau sifilis kongenital. Jika dicurigai sifilis kongenital, serologi yang relevan harus dikirim bidang pemeriksaan mikroskopis gelap untuk spirochetes dari setiap kerokan lesi bulosa yang dapat dilakukan. Kultur rutin menunjukkan infeksi polimikrobial misalnya, streptokokus, Enterobacteriaceae, dan anaerob dalam hampir satu setengah dari kasus.

Pemeriksaan granuloma gluteal menggunakan mikroskop elektron mengungkapkan 3 jenis sel raksasa: Non Medikamentosa 1 Popok harus dibiarkan terbuka sesering mungkin ketika bayi tidur, untuk pengeringan kulit.

Tujuan utama penatalaksanaan diaper rash adalah mengurangi kelembaban, karena yang paling penting adalah keberhasilan yang baik dan menjaga daerah popok agar tetap bersih dan kering dengan mengganti popok secara teratur dan menggunakan popok sekali pakai seperti popok golongan sintesis yang mengurangi kontak kulit dengan urin.

Medikamentosa 1 Pasta Zinc oxide, petrolatum, dan campuran lainnya, sebagai pelindung merupakan terapi utama. Pasta atau salep dioleskan setiap sehabis popok diganti. Diaper rash sedang dan berat tidak akan mengalami perbaikan bila hanya menggunakan krim pelindung. Pada keadaan tersebut, dianjurkan penggunaan kortikosteroid topikal potensi rendah dan krim pelindung. Hidrokortison dan anti jamur dioleskan bersamaan dua kali sehari pada saat mengganti popok, kemudian dioleskan barier ointment di atasnya.

Dapat pula digunakan hidrokortison kuat sebab popok bersifat oklusif dan meningkatkan absorpsi kortikosteroid yang dapat menimbulkan atrofi kulit dan penekanaan kelenjar adrenal.

Untuk terapi lanjutan dan pencegahan digunakan nistatin, amphoterin B atau imidazol dalam bentuk powder. Anti-kandida topikal diberikan jika ada tanda-tanda infeksi kandida. Pada diaper rash yang disertai infeksi jamur saluran cerna, dianjurkan menambah nistatin oral Neomisin seringmenimbulkan sensitasi sehingga tidak digunakan pada pengobatan diaper rash. Infeksi yang meliputi sebagian tubuh kadang membutuhkan antibiotic sistemik.

Pada infeksi Staphylococcus sebaiknya menggunakan sepalosporin generasi pertama, dicloxacin atau amoxilin-clavunat dan eritromisin. Konsep Qskep Keperawatan Asuhan Keperawatan 7 sebaiknya menghindari pemakaian 1. Biasanya pasien mengeluh gatal, rambut rontok. Tanyakan sejak kapan pasien merasakan keluhan seperti yang ada pada keluhan utama dan tindakan apa saja yang dilakukan pasien untuk menanggulanginya.

Apakah pasien dulu pernah menderita penyakit seperti ini atau penyakit kulit lainnya. Apakah ada keluarga yang pernah thd penyakit seperti ini atau penyakit kulit lainnya.

Apakah pasien merasakan kecemasan yang berlebihan. Apakah sedang mengalami stress yang berkepanjangan. Apakah pasien pernah menggunakan obat-obatan yang dipakai pada kulit, atau pernahkah pasien tidak tahan alergi terhadap sesuatu obat.

Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan kelembaban kulit b. Nyeri akut berhubungan dengan agen injury c.